"Hari itu memiliki wajah, dan wajahnya adalah cerminan dari perasaanmu yang sesungguhnya"
Begitulah aku menamai dan memaknai hari hari itu, maka jika setiap hari memiliki wajah, aku akan mencoba menemuinya, menyapanya dan mengatakan sesuatu untuknya.
"Hei apa kabarnya dirimu hari ini?
Semoga engkau selalu bersedia untuk menjadi teman berbagi denganku, menjelaskan hal tentang apapun itu. Entah keraguan, ketakutan, ataupun sebuah kebahagiaan hingga perlahan aku mampu menggenggammu erat tanpa pernah kehilanganmu dalam setiap langkah"
Pernahkah kau mengatakan itu pada harimu? atau jika belum maukah kau mencobanya sekarang? Pasti rasanya akan sangat melegakan sekali.
Aku pernah menemui hari hari kosong tanpa wajah, yang menurutku itu lebih seram dari pada kau menangisi dirimu seharian. Hari tanpa wajah seperti hari tanpa jiwa, yang mana kau tidak mengerti akan melaluinya seperti apa. Kau tidak mengerti orang-orang menyapamu dengan tersenyum, atau orang menghardikmu dengan keras. Bagimu wajah orang-orang itu selalu sama tiap hari. Sama dengan hatimu yang tak berisi dan berjiwa.
Maka tersenyumlah, dan jumpai harimu, hatimu dengan penerimaan yang luas. Mau bagaimana pun wajah harimu, jumpai ia dengan ketulusan. Mau itu kebahagiaan ataupun kesedihan harimu tetap butuh kepeduliankan?
Mari peduli, mari pulih bersama.
Salam hangat dariku, untukmu.
Aniswati,
18-Juni-2022